Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan

Bom Bekasi Bom Kalimalang (Kronologis)

Bom Bekasi Bom Kalimalang

Makin marak saja main bom-boman di tanah air ini, seperti permainan games Point Blank saja yang juga sedang banyak di mainkan oleh para gamers Indonesia. Kabar terbaru terjadi ledakan bom di Bekasi. Bagaimana bom yang dibawa Ahmad bisa meledak? Berikut kronologi menurut keterangan Iskandar kepada wartawan:

"Sekitar pukul 08.00 WIB saat situasi sedang padat, pelaku menggunakan sepeda. Di depan Pasar Sumber Arta, Pondok Kelapa, Duren Sawit, diduga membawa bahan peledak rakitan dari karbit, mesiu dan paku. Lalu pelaku melintasi AKP Herry, petugas lantas. Oleh AKP Herry disuruh melewati jalan di atas di trotoar halte. Setelah naik ke atas, ia (Ahmad) menabrak pembatas jalan. Saat itulah terjadi ledakan. Anggota kita Alhamdulillah tidak kena, hanya terkena serpihan saja.

Pelaku sendiri setelah dia meledakkan (bom) itu jatuh, lalu mau bangun. Lalu ditangkap AKP Herry, diamankan ke RS Bhayangkara. Kondisinya baik-baik, tidak kritis. Alhamdullah. Ini penting supaya kita bisa mengungkap. Yang bersangkutan mengalami luka di bagian wajah, kepala, leher dan tangan. Patah lengan kanan, patah kaki kanan. Barang bukti yang diamankan, tali rapia, paku sisa bahan peledak, bubuk mesiu.

Paku 50 buah ukuran 4 cm. Paralon 1-2. Ada pecahan priuk dari alumunium, kaleng bekas baygon. Tas warna hitam. Korek api dan botol aqua. Uang tunai Rp 3 ribu. Sepeda yang digunakan dengan dua tempat duduk. Ada pesan tertulis. Ditulis spidol: Ini adalah balasan kepada kalian sekutu-sekutu setan yang membunuh, menghukum mati dan menahan mujahidin. Kami siap mati untuk agama yang mulia ini. Bom sahid ini adalah untuk kalian semua orang kafir, kalian akan kami kejar walaupun kalian lari ke awan, kematian itu pasti. Mujahidin masih hidup di Indonesia.

Yang bersangkutan AH (38) alamat tidak jelas. Pengakuan dia tidak jelas dari masjid ke masjid. Dirawat intensif di RS Kramat Jati," papar Iskandar.

Bentrok Ampera, Tersangka Berinisial S

Tersangka Bentrok Ampera

Bentrok Ampera, Polda Tetapkan 'S' Tersangka. Ada kemajuan dalam pengusutan kasus bentrok berdarah yang terjadi di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan waktu persidangan kasus Blowfish. Kepolisian Daerah Metro Jaya telah menetapkan tersangka dalam insiden itu. "Satu orang sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Kadiv Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Boy Rafli Amar di markas Polda Metro Jaya, Kamis 30 September 2010.

Tersangka berinisial 'S'. Menurut Boy, 'S' kedapatan membawa senjata tajam dan posisinya berada di luar pengadilan. "Saat ini tidak tertutup kemungkinan ada penambahan tersangka. Kita mengimbau pelaku lainnya segera menyerahkan diri," tambah Boy. Saat ini, ungkap Boy, polisi masih memeriksa delapan orang saksi dari pihak dua kubu yang bertikai dan juga dari warga sekitar. Kasus ini ditangani Polda Metro Jaya.

Terkait senjata api yang digunakan pelaku bentrok, Boy mengatakan pihaknya akan terus menyelidikinya. "Itu yang akan kita tangani," tambah dia.Soal tudingan polisi kecolongan, dibantah Boy. Kata dia, pengamanan dalam persidangan sudah cukup bagus. Sementara, kejadian bentrok berada di luar pengadilan, sekitar 500 meter. "Kita sudah melerai, namun massa semakin bringas, bahkan petugas sampai terkena peluru," kata dia. Boy meminta masyarakat tidak terprovokasi dengan kejadian bentrok kemarin dan tidak melakukan aksi balasan.

Dua kelompok massa terlibat bentrok Rabu siang, 29 September 2010 siang. Bentrok ini terkait persidangan kasus pertengkaran di klub malam Blowfish enam bulan lalu -- yang digelar di PN Jakarta Selatan kemarin. Bentrokan bermula dari adanya serangan satu kelompok dari luar sidang. Tiga orang tewas dalam bentrokan ini, yakni, Fredrik Phob Letlet, Agustinus Tomazoa, dan Saefuddin. Ketiganya tewas akibat tembakan, bacokan dan tusukan anak panah. Sementara satu korban lainnya kritis, dan 12 orang lainnya luka-luka. (Sumber Viva News)

Kasus Blowfish Rusuh di Ampera

Lagi-lagi rusuh, baru kemaren terjadi Kerusuhan Tarakan kini di Jakarta juga terjadi kerusuhan. Bentrokan itu terjadi diantara dua kubu sebelum persidangan kasus Blowfish di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pecah, Rabu (29/9/2010). Mereka adalah kubu pendukung tedakwa Bernandus Maela dan kubu yang berseteru dengannya.

Tiga korban dinyatakan tewas dan sejumlah korban lain mengalami luka serius akibat bacokan. Tiga polisi pun juga terluka terkena sabetan golok. Bahkan, Kapolres Jakarta Selatan Kombes Gatot Edy terserempet peluru di kakinya.

Berikut adalah kronologi awal kasus Blowfish hingga masuk ke proses persidangan dan detik-detik terjadinya tragedi kerusuhan antarpendukung pada siang tadi.

4 April 2010
Perkelahian antara dua kelompok suku yaitu Ambon dan Flores meledak di Blowfish, klub kongkow elite di Jakarta yang bertempat di Plaza City sekitar pukul 01.00 WIB. Perkelahian bermula saat seorang pemuda 17 tahun berusaha menerabas masuk klub. Saat bodyguard melarang masuk, ia memaksa dan akhirnya dipukuli oleh petugas satpam yang terlebih dahulu dipukulinya. Laki-laki itu mengaku anak pejabat, dan janji akan membalas.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar kala itu mengatakan, peristiwa itu berlatar belakang kekesalan petugas keamanan yang sebelumnya dipukul pengunjung karena tak tersedianya meja. Dalam bentrokan itu, M Soleh meninggal disusul oleh temannya, Yopi Inggratubun, yang meninggal dua minggu kemudian setelah dirawat di RS Medistra.

22 September 2010
Persidangan insiden Blowfish digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk kali perdana. Terdakwa kasus Blowfish, Bernadus Melala dan Kanor Lolo, didudukkan di kursi terdakwa. Namun, mereka lalu diamuk dan dipukuli pengunjung sidang dari kelompok berbeda yang bertikai saat hendak dibawa keluar dari ruang tahanan pengadilan menuju ruang sidang. Polisi sempat beberapa kali melepaskan tembakan peringatan, tetapi tetap tak mampu menghadang bentrok antara dua kubu.

Kasus Blowfish Rusuh di Ampera (Kronologis)

29 September 2010
Agenda persidangan lanjutan kasus Blowfish. Agenda ini bertepatan juga dengan agenda persidangan perdana mantan Kabareskrim Polri Komjen Susno Duadji dalam dua perkara suap dan korupsi masing-masing menerima suap dalam penanganan kasus Arowana dan perkara korupsi dana pengamanan Pilkada Jawa Barat tahun 2008.

Pukul 09.00
Sebanyak dua SSK polisi Samapta dan Antihuru-hara disiapkan oleh kepolisian lengkap dengan tameng dan helm pelindungnya guna mengamankan dan mengantisipasi terjadinya kembali aksi kerusuhan pengunjung sidang Blowfish. Pengunjung sidang Blowfish dan Susno sudah mulai terlihat mendatangi Pengadilan Negeri.

Pukul 10.30
Susno tiba di Pengadilan dengan pengawalan ketat. Kericuhan terjadi kala pemburu berita mencoba mengabadikan kedatangan dan sidang perdana mantan Kapolda Jawa Barat itu. Satu kaca nako ruang pos bantuan hukum Ikadin di pengadilan pecah karena kericuhan.

Pukul 11.00
Susno dihadapkan ke persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan. Ruang sidang utama dipenuhi pengunjung, keluarga Susno, dan awak media. Di sisi lain, pengunjung sidang Blowfish berkeliaran mulai memenuhi lokasi persidangan.

Pukul 12.00
Susno selesai melalui persidangan perdananya. Kericuhan kembali terjadi saat pemburu media berlomba mengabadikan dirinya dan memintai tanggapannya seputar dakwaan jaksa. Ibunda Susno, Mardiyah, dan keluarga besar Susno pun turut terseret desak-desakan dan aksi dorong yang mewarnai kericuhan.

Pukul 13.00
Aksi kerusuhan mulai pecah di antara kedua kubu "Blowfish" di luar area pengadilan, tepatnya di Jl Ampera Raya, di depan PN Jakarta Selatan. Kericuhan diduga bermula dari isu di antara kedua kelompok. Beredar kabar, salah satu kelompok mendatangi pengadilan dengan menumpang Kopaja jurusan Tanah Abang-Blok M guna melakukan aksi penyerangan lanjutan terhadap salah satu kelompok sebagai imbas dari kerusuhan sidang sebelumnya.

Salah satu kelompok yang mendengar isu itu menghampiri kelompok satunya dan berusaha menghadang kelompok lawan mereka di sekitar Jl Ampera sebelum sampai di depan Pengadilan. Badan bus Kopaja 608 yang diisukan ditumpangi lawan mereka itu pun menjadi sasaran amuk. Kaca dan kursi hancur karena dipukul dengan kayu dan batu. Beberapa orang juga terlihat menggoyang-goyangkan bus tersebut, sedangkan sebagian lain berniat membakar bus dengan memantik korek. Bus yang terparkir di depan toko buah Total Fresh tersebut terus menjadi bulan-bulanan massa. Namun, rencana membakar bus tersebut kemudian dibatalkan karena sebagian orang berusaha menghalangi hal tersebut.

Aksi saling pukul dan lempar batu pun mulai terjadi di antara kedua kubu. Suasana mencekam. Warga dan pengguna jalan yang melintas dengan kendaraan ketakutan. Lalu lintas yang sebelumnya sudah macet menjadi tambah macet. Tembakan peringatan dan tembakan lainnya mulai terdengar bersahut-sahutan. Parang dan pedang tergenggam saling terayun dari masing-masing anggota kelompok ke arah masing-masing anggota kelompok lawan. Di antara mereka juga diketahui membawa senjata api. Seorang lelaki tampak terkapar di tengah jalan. Darah berlinang di tubuhnya.

Pukul 14.00
Personel kepolisian Antihuru-hara tambahan dari Polres Jakarta Pusat datang. Disusul oleh kedatangan satu ambulans PMI Jakarta Selatan dan beberapa mobil polisi lainnya. Korban kerusuhan mulai dievakuasi satu demi satu setelah sebelumnya sempat terabaikan karena tidak ada petugas medis.

Pukul 14.50
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Raffli Amar mendatangi lokasi. Kapolda Metro Jaya Irjen Timur Pradopo menyusul datang meninjau lokasi. Boy melansir, tiga orang menjadi korban tewas akibat bentrok dan lebih dari sepuluh orang luka-luka. (Sumber: kompas.com)

Bentrokan Ampera di PN Jakarta Selatan

Bentrok Sidang Blowfish

Disaat berlangsungnya sidang kasus Blowfish dengan terdakwa Karnos Lolo dan Bernardus Malela di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Namun diluar sebelum persidangan dimulai tiba-tiba terjadi bentrokan yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Dari bentrokan itu mengakibatkan korban tewas 3 orang. Bentrokan dipicu karena adanya serangan dari salah satu kelompok dari luar sidang. "Sebelum sidang dimulai, tiba-tiba ada kelompok dari arah Cilandak menyerang kelompok yang berada di PN Jakarta Selatan," kata Kapolres Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Gatot Edy Pramono di lokasi kejadian, Jakarta Selatan, Rabu 29 September 2010.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Boy Rafli Amar pun membenarkan mengenai jumlah korban tewas. Ia juga menyebutkan, bahwa ada sejumlah korban yang mengalami cedera parah. Namun, ia enggan menyebutkan di mana para korban tersebut mendapat perawatan sekarang. Ia mengatakan, bahwa personilnya kini fokus pada upaya menormalkan situasi di Ampera. Aparat pun disiagakan untuk berjaga di wilayah itu, mencegah terjadinya bentrok susulan.

Polisi mengungkapkan, pelaku bentrokan membawa senjata jenis FN dan laras panjang. Polisi juga menemukan 10 butir peluru yang tercecera di Jalan Ampera. Polisi sendiri sempat menembakkan gas air mata. Kelompok bertikai masing-masing merupakan massa pendukung terdakwa dan korban bentrokan Blowfish pada Mei lalu, yang kasusnya kini sedang disidangkan Pengadilan Negri Jakarta Selatan. Semakin sering saja rusuh di negeri ini, baru saja kemaren ada Kerusuhan Tarakan

Kerusuhan Tarakan Bukan Antar Etnis

Kerusuhan Tarakan Bukan Antar Etnis

Kerusuhan di Kota Tarakan bukan antar etnis, semula seperti pendapat Sofyan Asnawie salah seorang tokoh masyarakat Tarakan, Kalimantan Timur mengatakan ini akibat kesenjangan sosial sehingga terjadi bentrokan di Tarakan namun Kapolda Kaltim menegaskan kerusuhan Tarakan, Kalimantan Timur Minggu (26/9) lalu, bukan bentrokan antaretnis melainkan perbuatan murni pidana antara korban dan tersangka kemudian berbuntut saling mengerahkan kelompok. "Ini murni pidana, tidak ada antaretnis dan diharapkan masyarakat lebih tenang dan tidak terprovokasi," jawab Kapolda Kaltim Irjen Pol Mathius Salempang, Selasa (28/9/10)

Lanjut dia mengatakan peristiwa di Tarakan jangan dikaitkan dengan etnis, SARA dan lain sebagainya hingga dapat memicu konflik horizontal antarmasyarakat. Keributan antarkelompok yang melibatkan ratusan orang itu dipicu kasus penganiayaan hingga menewaskan korban bernama Abdulah,50. Hingga kini pelaku penganiayaan masih dikejar aparat kepolisian Polres Tarakan di-back up Ditreskrim Polda Kaltim.

Terkait kasus kerusuhan Tarakan tersebut, polisi telah mengamankan sebanyak 9 orang sebagai saksi untuk dimintai keterangan seputar keributan tersebut. Selain itu, sebanyak dua kompi pasukan Brimob dikerahkan ke Tarakan untuk menjaga situasi dan kondisi di wilayah tersebut. Dua kompi itu berasal dari Malinau dan Nunukan. Sedangkan satu kompi lagi dari Pengendali Massa (Dalmas) Polres Bulungan juga merapat ke Tarakan untuk melakukan pengamanan. Selain itu satu batalyon TNI turut pula disiapkan membantu pengamanan.

Hari ini, Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Ngadino dan Kombes Pol Antonius Wisnu bertolak ke Tarakan untuk memantau langsung kondisi keamanan serta bertatapmuka dengan kedua belah pihak dan tokoh masyarakat, toko adat serta sejumlah elemen masyarakat.

Panglima Kumbang di Tarakan Pimpin Musyawarah

Panglima Kumbang di Tarakan

Terkait Kerusuhan Tarakan, seorang tokoh adat Kalimantan Tengah yang di panggil dengan sebutan Panglima Kumbang memimpin sebuah rapat tertutup. Dalam rapat tertutup itu turut hadir perwakilan suku asli Kalimantan dari Samarinda, Malinau, Kutai dan Kalimantan Tengah. Serta beberapa sesepuh dan tokoh Pemuda Tarakan yang dipercaya. Namun di luar ruangan orang-orang berteriak memanggil Haji Sani, namun siapa Haji Sani belum diketahui.

Rapat tertutup yang di pimpin Panglima Kumbang di Kantor Persatuan Suku Asli Kalimantan (Pusaka) Cabang Tarakan di Jl Diponegoro, Sebengkok, Tarakan Tengah. Sebelumnya sekitar ratusan orang massa yang tadinya terkonsentrasi di kawasan Plaza Tarakan Jl Yos Sudarso, Selasa (28/9/2010), bergerak menuju kantor itu. sebelumnya saat dalam perjalanan dari Plaza Tarakan ke Kantor Puasaka, massa sempat bertemu dengan Walikota Tarakan, Udhin Hianggio. Massa tidak menggubris walikota karena dinilai tidak mampu mengatasi masalah bentrok di Tarakan. Kapolresta Tarakan AKBP Dharu Siswanto dan mantan Walikota Jusuf SK yang menemui massa pun tidak dipedulikan. (Sumber: tribun kaltim)

Kerusuhan Tarakan With Foto Pasca Bentrok

Keruhuan Tarakan terjadi karena kesenjangan sosial, tokoh masyarakat Tarakan, Kalimantan Timur, Sofyan Asnawie, menilai kerusuhan etnis setempat disebabkan adanya kesenjangan sosial yang lebar antara warga pribumi dan para pendatang. Warga pendatang mendominasi hampir semua lini sektor pemerintahan, ekonomi dan sosial. "Di Pemerintahan Tarakan tidak ada warga pribumi yang menduduki jabatan tinggi, semua pendatang,” paparnya saat dihubungi wartawan, Senin (27/9/10).

Karenanya, Sofyan mengaku tidak kaget terjadi peristiwa kerusuhan etnis di Tarakan sehingga menyebabkan satu tewas dan satu terluka parah. “Pasti suatu saat akan terjadi peristiwa ini,” paparnya. Sofyan berharap ada pemerataan status sosial–ekonomi antara warga pendatang dan warga pribumi. Tiadanya kesenjangan, menurutnya, akan mampu mengikis kebencian di antara warga pribumi dan pendatang.

Kondisi Kota Tarakan hingga pukul 20.00 WITA Senin (27/9/10) masih mencekam. Ini buntut kerusuhan antaretnis yang terjadi di kawasan Juata Kerikil pada pagi dini hari tadi. Kerusuhan antaretnis disebabkan adanya peristiwa pemalakan antara warga salah satu etnis terhadap etnis lainnya. Pemalakan ini berakhir dengan adanya pengeroyokan warga sehingga menyebabkan satu orang bernama Abdullah meninggal dan seorang lagi terluka parah.

Mereka ayah dan anak. Ayahnya meninggal sedangkan anaknya harus dirawat di rumah sakit,” paparnya. Akibat peristiwa ini, kata Sofyan, ratusan warga membakar empat rumah di kawasan Juata Kerikil. Mereka juga mencari orang-orang yang mengeroyok dua rekannya. Mengantisipasi agar kerusuhan tidak meluas ke kota, aparat keamanan sudah melokalisir tempat kejadian perkara agar tidak merembet ke kawasan kota Tarakan. Polisi juga sudah berupaya memburu para pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan satu meninggal dan satu orang harus dibawa ke rumah sakit. Berikut ini Foto-Foto paska Kerusuhan Tarakan :

Foto-Foto Kerusuhan TarakanWarga berdoa di lokasi pemakaman Abdullah yang tewas diserang sekelompok pemuda.

Foto-Foto Kerusuhan Kota TarakanPutra Abdullah tampak menghadiri pemakaman ayahnya bersama ratusan warga lainnya.

Foto-Foto Bentrokan TarakanPuluhan polisi berjaga-jaga di salah satu sudut kota Tarakan. Bentrok yang terjadi membuat aktivitas kota lumpuh. Toko-toko memilih tutup lebih awal.

Foto-Foto Bentrokan Kota TarakanRatusan warga dari Jumawa Permai berusaha menyisir sebuah perkampungan mencari pelaku pembunuhan terhadap Abdullah. Kerusuhan di Kota Tarakan Bukan Antar Etnis, Silakan baca berita selengkapnya klik disini.
(Sumber Foto: tribunnews.com)

Geng Motor Bandung XTC Ditangkap Polisi

Geng Motor Bandung XTC Ditangkap Polisi

Geng Motor Bandung XTC di Tangkap Polisi, Lebih dari 200 anggota geng motor yang diamankan polisi di Jalan Cihampelas dari XTC. Hal itu terlihat dari atribut kelompok tersebut yang disita polisi. Sekitar pukul 23.00 WIB, Jalan Cihampelas mulai dari perempatan Cihampelas-Pasteur hingga Cihampelas-Wastukencana ditutup. Terlihat Brimob bersenjata lengkap, Polantas, dan warga berusaha mengangkut lebih dari 100 motor itu dalam truk Dalmas. Sementara itu, para pengemudi ratusan motor itu telah dibawa ke Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa.

Terlihat rompi, jaket, dan bendera XTC, dikumpulkan oleh beberapa anggota polisi. Ratusan warga berkerumun di sekitar lokasi. Para pengendara yang melintas menuju flyover pun melambatkan kendaraannya, hingga kemacetan tak terhindarkan. Sebelumnya Kasubag Humas Polrestabes Bandung Kompol Endang Sriwahyu Utami. mengatakan ratusan anggota geng motor itu ditangkap setelah melakukan pengrusakan di sekitar Jalan Cihampelas. Informasi yang diterima wartawan, terjadi bentrok antara geng motor.

Jubir XTC Agi pun mengakuinya. "Iya, anggota kami yang ditangkap. Saya masih cari tahu kenapa," katanya dihubungi melalui telepon, Sabtu (25/9/2010) malam. Ketika ditanya apakah ini ada hubungannya dengan bentrok XTC dan Moonraker di Subang, Agi mengaku tak tahu persis. "Saya tidak tahu, karena baru dapat kabar. Tapi ini kayanya enggak ada hubungannya," ujar Agi. Sebelumnya Kasubag Humas Polrestabes Bandung Kompol Endang Sriwahyu Utami mengatakan ratusan anggota geng motor itu merusak mobil dan warnet di Jalan Cihampelas.

Perampokan Di Padang, 4 Tewas

Perampokan Di Padang

Perampokan Di Padang hingga malam ini, sudah empat dari kawanan perampok yang membobol tiga Automatic Teller Machine (ATM) di Kampus Universitas Bung Hatta, tewas ditembak polisi. Dalam jumpa pers yang disampaikan Kapolda Sumatera Barat, Brigadir Jenderal Andayono, Sabtu 25 September 2010 malam, seluruh pelaku berjumlah 10 orang.

Pelaku terakhir yang tewas dalam perburuan polisi adalah Hendra. Dia berhasil ditangkap saat pengejaran di kaki Gunung Singgalang dan tewas saat dilarikan ke rumah sakit. "Satu orang lagi tewas di penggerebekan di Desa Pauah, Kota Pariaman,” kata Kapolda Sumbar Brigjend Andayono.

Total perampok yang tewas berjumlah empat orang. Nama-nama keempat perampok yang dinyatakan tewas dalam drama penangkapan hampir 12 jam lebih itu adalah, Ikhsan (28), Pak De (30), Bento (30), dan Hendra. Hingga malam ini pengejaran dua pelaku perampokan masih terus dilakukan.

Sepanjang hari ini, dari sepuluh pelaku, Polda Sumbar berhasil melumpuhkan delapan pelaku perampokan mesin ATM di Kampus UBH, Jalan Sumatera, Ulak Karang, Padang. Dari delapan orang tersebut, sebanyak tujuh di antaranya tertembak. Dari tujuh yang tertembak, sebanyak empat orang meninggal.

Tiga pelaku yang tertembak lainnya kini masih dirawat di RS Bhayangkara, Jalan Perintis Kemerdekaan, Padang. Sedangkan satu pelaku yang tidak tertembak dan diketahui bernama Rahmat, pemilik rumah di Desa Pauah yang digerebek polisi, kini telah menyerahkan diri ke Polresta Pariaman.

Hingga malam ini pengejaran dua pelaku perampokan masih terus dilakukan. Salah satu identitas perampok yang masih DPO diketahui bernama Iwan, yang masih ada hubungan keluarga dengan Rahmat.

Kewenangan Densus 88 Harus Dievaluasi

Kewenangan Densus 88 Harus Dievaluasi

Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Ahmad Yani, mengatakan, kewenangan Densus 88 harus dievaluasi. Jika kasus Bank CIMB Niaga Medan merupakan kasus perampokan maka tindakan Densus yang menindak kasus tersebut adalah tindakan yang melebihi batas. "Salah kalau perampokan ditangani Densus. Kalau kasus terorisme itu kewenangan Densus," kata Yani.

Menurut dia, saat ini Densus 88 seperti sudah bertindak melebihi kewenangannya. Karena itulah dia menilai perlu ada evaluasi dari Komisi III terkait kewenangan Densus tersebut. "Densus sudah over, perlu ada pembatasan. Ini tidak sesuai dengan (kewenangan) awalnya," katanya. Markas Besar Kepolisian tidak mendapat surat protes yang disampaikan Komandan Lapangan Udara Polonia, Medan, mengenai tindakan arogan sejumlah personel Detasemen Khusus 88 Antiteror. Namun Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Inspektur Jenderal Iskandar Hasan, menyatakan, jika memang arogan, Polri meminta maaf.


"Saya akan cek dulu (surat itu)," kata Iskandar. "Kalau memang benar kami cek Densus arogan, kami minta maaf pada Angkatan Udara," katanya kepada VIVAnews di Markas Besar Kepolisian, Jakarta, Senin 20 September 2010. Iskandar menyatakan, mungkin pada Senin 13 September itu, personel Densus 88 dalam keadaan buru-buru karena harus bergerak cepat. Akibatnya, mereka lupa berkoordinasi dengan pengelola Bandara. "Jadi mungkin dinilai arogan," katanya.


Sebelumnya Yohanes Gafar, Kepala Divisi Operasional Bandara Polonia, menyatakan dugaan pelanggaran prosedur penerbangan sipil muncul karena tak ada koordinasi antara Densus 88 dengan pengelola Bandara. Kejadian itu dimulai ketika ada 20 personel Densus 88 berjalan kaki memasuki kawasan Bandara Polonia untuk menaiki pesawat carter melalui Pos Golf Bravo yang tidak terbuka bagi sipil. Petugas yang berdinas saat itu jelas keberatan.

"Sebenarnya waktu itu yang bertugas di pos itu, anggota TNI Angkatan Udara yang di-BKO-kan," kata Yohanes. Kebetulan pula, kata Yohanes, general manager Bandara yang bertugas juga TNI AU yang di-bawah kendali operasi. Para petugas TNI AU ini meminta para anggota Densus masuk melalui terminal keberangkatan atau VIP Room Bandara. Namun para anggota Densus berkukuh dengan alasan demi tugas negara.


"Jadi yang terjadi adalah masalah koordinasi saja," kata Yohanes. "Karena petugas tidak tahu," katanya. Kejadian ini, kata Yohanes, baru sekali itu terjadi. "Pada kepergian atau keberangkatan setelahnya, tak pernah ada lagi." Namun, rupanya kejadian ini berbuntut panjang. Pada 16 September, Komandan Pangkalan TNI AU Medan menyurati Kepala Kepolisian Sumatera Utara memprotes itu. "Saya tidak tahu bagaimana sekarang kelanjutan dari surat itu," kata Yohanes yang mengaku juga mendapat tembusan surat itu.

Dewa Ayu Diah Cahyani, Mahasiswi Bali di Bunuh

Dewa Ayu Diah Cahyani, Mahasiswi SIKES Bali

Dewa Ayu Diah Cahyani seorang Mahasiswi STIKES Bali di bunuh telanjang. Dewa Ayu Diah Cahyani (18) ditemukan tidak bernyawa di kamar kost nya dengan keadaan tidak di balut sehelai benangpun alias telanjang atau bugil. Dewa Ayu Diah Cahyani merupakan anak dari Kepala Disperindag Bangli, saat itu Dewa Ayu berstatus seorang mahasiswi semester awal di salah satu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bali.

Saat ini jenazah Dewa Ayu Diah Cahyani telah diperiksa luar oleh Tim Kedokteran Forensik RS Sanglah. Hasilnya, di tubuh mahasiswi baru Stikes ini ditemukan sembilan luka tusukan. Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RS Sanglah, dr. Dudut Rustyadi, SpF mengatakan luka tersebut tersebar di bagian tubuh kiri dan kanan, punggung serta leher. Sadisnya lagi pisau yang dipakai untuk menusuk menancap di leher gadis asal Bangli ini. Dilanjutkan Dudut, tidak ada tanda-tanda perlawanan dari korban. Namun ditemukan luka memar di bibir.


Dilihat dari jenis luka tusukan, diperkirakan dari satu jenis senjata. Untuk menentukan penyebab kematian dan waktu kematian, masih memerlukan pemeriksaan otopsi. "Seharusnya ada pemeriksaan otopsi untuk menegaskan waktu kematian dan penyebabnya. Tetapi sampai sekarang belum ada permintaan untuk otopsi," tambahnya. Mengenai adanya tanda-tanda kekerasan seksual menurut Dudut masih belum bisa dipastikan karena masih menunggu hasil laboratorium semester satu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES)


Setelah diperiksa pihak kepolisan juga belum bisa di pastikan motif pembunuhan Dewa Ayu Diah Cahyani, Sebab korban kehilangan HP, Laptop dan sepeda motor Honda Supra 125. Kalau di lihat dari cara pembunuhan sadis banget, jadi bulu kuduk merinding. Semoga semoga saja arwah almarhum Dewa Ayu Diah Cahyani diterima disisi-Nya. Aamiin.

Perampokan Di Cimahi, 1 Keluarga di Bantai

Perampokan Di Cimahi

Perampokan Di Cimahi - Baru saja kita di hebohkan dengan Perampokan Bank CIMB Niaga di Medan dan pemburuan pihak polisi terhadap Gudang Senjata di sebuah situs penjualan senjata onlinbe; GudangSenjata.Com, kini Perampokan Di Cimahi Jawa Barat, terjadi Kamis (26/8) pun membuat heboh, 1 keluarga di bantai.

Peristiwa perampokan sadis itu terjadi di Toko Besi Banciang di Jalan Gandawijaya, Cimahi, Jawa Barat. Pasangan suami istri Karnadi Unang (59 tahun) dan Ham Ay Keng (57), serta seorang anaknya Rudi Unang (27), ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamarnya. Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit (RS) Kawaluyaan, Padalarang. Korban menderita luka parah akibat tusukan benda tajam. Setelah dipastikan tewas, ketiganya pun langsung dibawa ke RS Hasan Sadikin Bandung untuk diotopsi.

Kawanan rampok yang berjumlah 3 orang itu, memasuki toko yang juga tempat tinggal korban, tanpa menggunakan tutup muka. Dengan bersenjatakan pisau dan golok, ketiganya memaksa seorang pembantu di lantai satu membukakan pintu menuju lantai dua. Setelah berhasil masuk, para pelaku langsung mengumpulkan 3 korban di dalam kamar, dan membantai ketiganya dengan membabi buta. Usai membantai penghuni rumah, perampok membawa kabur uang tunai milik korban. Belum diketahui jumlah uang yang digasak para perampok.

Hingga kini, aparat Kepolisian Resor Kota Cimahi, masih memburu para pelaku yang sudah diketahui ciri-cirinya berdasarkan keterangan sejumlah saksi. Kapolres mengungkapkan, perampokan terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu korban yang merupakan pemilik Toko Besi Banciang tengah tertidur pulas. Saat keduanya perampok yang tidak mengenakan penutup muka itu memasuki toko sekaligus tempat tinggal korban, mereka dipergoki oleh pembantu korban bernama Sumiyati yang berada di kamar lantai 1.

Karena terpergok, keduanya lalu menyuruh Sumiyati naik ke lantai 2 dan membuka kamar ketiga korban. Tidak lama kemudian, perampok lagsung menghujani tubuh pasangan suami istri Karnadi Unang, 59, dan Ham Ay Keng, 57, serta anak mereka Rudi Unang, 18, dengan golok dan pisau. Tetapi, kedua pelaku tidak sadar bahwa Sumiyati berhasil meloloskan diri dan langsung menghubungi salah seorang keluarga korban bernama Asiong. Lalu, Asiong menelepon Kantor Polresta Cimahi yang berjarak sekitar 100 meter dari toko besi korban.

Sementara itu, kedua pelaku kepada petugas mengaku semula tidak berniat membunuh keluarga itu. "Tadinya saya hanya ingin mencuri karena tidak punya uang. Namun, karena kepergok, saya dan teman saya (Tn) menusuk ketiga korban," kata Sy di Kantor Polresta Cimahi dengan tubuh gemeteran. Woow parah nian Perampokan Di Cimahi ini.

Www.GudangSenjata.Com Jual Senjata Online?

Www.GudangSenjata.Com

Www.GudangSenjata.Com - Heboh banyaknya tindak kriminalisasi yang menggunakan senjata api (senpi), contohnya kejadiannya baru-baru ini, Perampokan Bank CIMB Niaga di Medan. maka dari itu pihak kepolisian akan segera menyelidiki pasar online penjualan senjata api. Diberitakan oleh okezone.com bahwa polisi sedang memantau situs penjualan senjata online yang beralamat di url Www.GudangSenjata.Com, namun setelah saya cek langsung url situs itu malah tidak di ada isinya, saya hanya menemukan url http://err.000webhost.com. Apakah situs ini sudah di tutup atau bagaimana?

Tidak sampai disitu, lalu saya mencoba melihat chace situs Www.GudangSenjata.Com, ternyata sebelumnya memang ada, situs Www.GudangSenjata.Com itu memang memajang senjata api, berikut ini saya ambil sedikit kalimat di bagian sidebar situs itu,

Pistol Bekas, Tersedia pistol bekas harga murah. Unit terbatas, pesan sekarang juga. Klik Disini..!!!

Dan berikut ini adalah isi kontentnya:

Saatnya anda melindungi harta dan nyawa anda sendiri...!!! Saat ini kejahatan dengan menggunakan senjata api dan senjata tajam semakin meningkat di Indonesia. Mutilasi, pemerkosaan, curanmor, penculikan, perampokan, pembunuhan, berita seperti ini sudah tidak asing lagi kita dengar dan lihat melalui stasion televisi swasta yang banyak menayangkan sekelumit berita kriminal di Indonesia. begitu banyaknya sehingga membuat Polisi tidak bisa berbuat banyak. Untuk tahun 2008 tercatat lebih dari 60.000 kasus kejahatan dan hanya sekitar 25.000 kasus yang bisa diselesaikan oleh pihak kepolisian.
Seandainya saja setiap kasus yang diselesaikan oleh pihak kepolisian bisa membawa kembali setiap nyawa yang telah hilang maka anda tidak perlu terlalu takut untuk kehilangan nyawa anda. Tapi apa gunanya jika kasus yang menimpa anda dapat diungkap pihak kepolisian tapi anda tetap harus kehilangan nyawa?
Setiap individu di Indonesia memiliki kemungkinan untuk menghadapi tindak kejahatan sebesar 10% setiap tahunnya. Ini bukanlah sebuah angka yang kecil, bahkan untuk Jakarta, sebuah riset membuktikan bahwa tindak kejahatan terjadi setiap 9 menit. Apakah anda siap untuk menghadapi sebuah tindakan kejahatan yang mungkin dapat merenggut harta, kehormatan bahkan nyawa anda?
Anda mungkin pernah berpikir untuk mendapatkan ijin kepemilikan senjata api, untuk hal tersebut anda harus rela merogoh kocek sekitar 45 juta (pistol dengan peluru karet) sampai dengan 75 juta (pistol dengan peluru tajam). Belum lagi dengan berbagai pungli yang harus anda berikan kepada oknum-oknum yang membantu anda dalam pengurusan surat tersebut. Namun anda perlu ketahui bahwa saat ini kepolisian tidak mau lagi menerbitkan surat ijin kepemilikan senjata api terhadap warga sipil selain yang berkutat dalam keanggotaan militer (ABRI) ataupun aparat berwenang lainnya (Polisi, Kejaksaan, dll).
Saatnya anda mempertahankan diri sendiri!!! Tanyakan hal ini dalam diri anda "Apakah saya sudah siap menghadapi tindak kejahatan yang dapat merenggut nyawa saya?". Lengkapi diri anda dengan senjata untuk mempertahankan harta, kehormatan bahkan nyawa anda. Harta anda akan selalu berguna untuk lolos dari setiap aparat di Indonesia yang terkenal korup, tapi apakah harta anda dapat menjaga anda dari kehilangan nyawa dan kehormatan???

Untuk melihat chace situs GudangSenjata.Com anda bisa menuju url ini: http://webcache.googleusercontent.com/search?hl=id&q=cache%3AWww.GudangSenjata.Com&aq=f&aqi=g10&aql=&oq=&gs_rfai= itu pun kalau chacenya masih bertahan atau tidak dihapus pihak google.

Dari berita yang beredar situs online www.gudangsenjata.com memang memberikan informasi mengenai berbagai macam senjata lengkap dengan harganya. Terkait hal tersebut pihak kepolisian juga akan menyelidiki situs-situs lain di internet yang menawarkan dan menjual senjata api terkait keberadaan situs Gudang Senjata. Pasalnya Polri, merasa mengeluarkan izin kepemilikan senjata tersebut.

AK-56 Senjata Perampok Bank di Medan

AK-56 Senjata Perampok Bank di Medan

Perampokan Bank CIMB Niaga Medan yang terjadi Rabu (18/08) lalu menggunakan senjata AK-56 dan pistol jenis FN saat beraksi. Senjata AK-56 sendiri merupakan sisa-sisa dari konflik di Aceh. Perampok yang berangotakan 16 orang itu berhasil menggasak seorang anggota Brimob Sumatera Utara, Briptu Immanuel Simanjuntak hingga tewas.

"Bukan AK-47. Yang dipakai AK-56. Itu dipakai saat konflik di Aceh," kata Kapolda Sumut Irjen Pol Oegroseno saat dihubungi detikcom, Senin (23/8/2010). Oegroseno mengatakan, senjata AK-56 tersebut bukan standar yang dipakai anggota TNI-Polri. Senjata tersebut barang selundupan dari luar negeri saat konflik di Aceh. "Itu yang dibeli di pasar gelap," ujarnya. Senjata M-16 yang dipakai salah satu perampok, merupakan senjata milik anggota Brimob Briptu Imanuel Simanjuntak yang dirampas. Briptu Imanuel sempat menembak salah seorang pelaku namun tidak melukai pelaku tersebut. Padahal senjata M-16 yang dirampas pelaku berisi peluru tajam, bukan peluru karet.

"M-16 itu senjata yang dirampas dari Brimob yang berjaga itu," ungkapnya. Menurut Oegroseno, perampokan CIMB Niaga murni kriminalitas. Belum ada keterkaitan dengan terorisme. Penyidik juga masih terus mengejar para pelaku. "Semua kita curigai kita periksa," ungkapnya. Sebelumnya diberitakan senjata yang dipakai kawanan perampok yakni M-16, AK-47, dan pistol jenis FN.

Mengenai asal senjata api, Oegro mengatakan, masih diselidiki.Kapolda juga menyampaikan pola perampokan di Bank CIMB Niaga ini memiliki kesamaan modus dengan sejumlah aksi perampokan bersenjata api lainnya di kota Medan dan sejumlah kota lain yang terjadi beberapa waktu sebelumnya. Saat dikonfirmasi pada dinihari sempat terjadi bakutembak di kawasan Lau Dendang, Deliserdang antara Kepolisian dengan para perampok Oegroseno membantahnya. “Itu tidak benar dan sampai sekarang belum ada pelaku yang berhasil ditangkap,” tegasnya.

Wartawan di Kota Medan sempat dihebohkan dengan kabar bahwa kepolisian telah berhasil membekuk beberapa tersangka perampokan. Bahkan salah seorang diantaranya terpaksa ditembak mati karena melawan. Oegro memastikan, pengejaran pelaku masih terus dilakukan. "Bila nanti memang telah tertangkap pasti kita beritahukan. Namun hingga kini belum ada,” tandasnya lagi.

Dijelaskan, Poldasu hingga kini telah berkoordinasi dengan TNI untuk membantu mengungkap kasus perampokan bersenjata api tersebut. Sedangkan untuk jumlah saksi mata yang telah dimintai keterangan hingga kini sudah berjumlah 16 orang lebih untuk melengkapi data dan informasi yang cukup untuk mengungkap kasus ini. Untuk menyelidiki dan mengejar para pelaku, Polda Sumut mendapat bantuan dari Laboratorium Forensik Mabes Polri yang diturunkan ke lokasi kejadian. Pantauan di lokasi kejadian, terlihat Tim Labfor Mabes Polri yang berjumlah 4 orang mendatangi TKP dengan membawa sejumlah peralatan lengkap untuk membantu identifikasi sejumlah barang bukti.

Fokus penyelidikan petugas dilakukan di sekitar lokasi anjungan tunai mandiri tempat ditemukan jenazah Manuel Simanjuntak. Selain itu, tim ini juga melakukan identifikasi di halaman kantor dan ruko yang berdempetan langsung dengan bank.

Dihubungi terpisah, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Baharudin ketika dikonfirmasi soal perkembangan penyelidikan perampokan tersebut, mengaku belum ada menunjukkan hasil atau perkembangan berarti. “Sampai saat ini, belum ada perkembanganberarti dari hasil penyelidikan sementara,” katanya via telepon genggam. Ditanya mengenai kemungkinan dibuat sketsa wajah pelaku, Baharudin mengakui hal itu sulit dilakukan. Pasalnya, para pelaku menggunakan helm dan penutup wajah. AK-56 Senjata Perampok Bank di Medan

Perampokan Bank Di Medan Profesional & Terorganisir

Kronologis Perampokan Bank Di Medan

Perampokan Bank Di Medan, tepatnya Bank CIMB Niaga di Jalan Ankara, Medan, sekitar pukul 12.00 WIB siang tadi. Sekitar 16 orang pria mempunyai senpi (senjata api) berlaras panjang dan pendek berjaya merampok Bank CIMB Niaga. Sampai saat ini pelau belum diketahui asalnya dari mana, apakah dari Kota Medan atau bukan. 16 orang kumpulan perampok yang Terorganisir ini berhasil membawa kabur Rp. 200 juta uang milik Bank CIMB Niaga.

Dalam aksi perampokannya, para kumpulan perampok profesional ini berjasil menyarangkan timah panas di dada seorang brimob yang bernama Briptu Emaqnuel yang ditugaskan menjaga Bank CIMB Niaga, akhirnya dia pun tewas dalam 3 kali tembakan. Mereka, para penyamun ini berhasil melarikan diri dengan menggunakan delapan sepeda motor sewaktu melaksanakan aksi di siang bolong.

Perampok ini juga membawa kabur senjata milik Briptu Imanuel Simanjuntak yang ditembak mati itu. Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Inspektur Jenderal Oegroseno yang tiba di lokasi sekitar 15 menit setelah kejadian menduga perampokan dilakukan orang-orang terlatih. "Itu dilihat dari jumlah dan teknik perampokan yang mereka lakukan," kata Kapolda, Rabu (18/08/2010)

Saat ini, yang jelas polisi masih berusaha mengungkap aksi perampokan di siang bolong itu. Dari pantauan di lapangan, pihak laboratorium forensik Poldasu, masih melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Kini lokasi perampokan itu di police line, guna penyidikan. Dan pihak kepolisan akan terus melakukan pengejaran Perampokan Bank Di Medan ini.